Pages

Showing posts with label Psikologi Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Motivasi. Show all posts

Thursday, February 4, 2010

The Power Of Habits (Shu Neng Sheng Qiao)

Saat saya sekolah di Pusdik Bahasa Dephan, saya mendapatkan sebuah kumpulan cerita yang sangat bermakna. Kumpulan cerita tersebut sebenarnya berasal dari negeri China dan kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris. Kurang lebih, berikut cerita salah satunya.
... ... ... ...
Di jaman dahulu kala di negeri China, hiduplah seorang tentara yang sangat cerdas dan pemberani. Ia sangat terkenal atas kepiawaiannya dalam memanah. Suatu hari ia bermaksud memamerkan kepandaiannya dan oleh karena itu ia memesan 100 batang anak panah untuk ditembakkan berserta alat-alat lain yang dibutuhkan. Setelah seluruhnya siap, ia berjalan dengan penuh percaya diri ke tengah lapangan. Setelah mengambil posisi, ia mulai menembakkan panahnya satu-persatu ke arah target yang berada jauh di ujung lapangan. Seluruh anak panah melesat dengan cepat dan mengenai tepat di tengah-tengah target tanpa ada satupun yang meleset dari perkenaan. Semua orang di lapangan yang melihat bersorak-sorai dan berdecak kagum atas kepiawaiannya.
Luar biasa !!! Bai Fa Bai Zhong..., 100 anak panah yang melesat dan 100 anak panah juga yang mengenai target dengan tepat. Dengan wajah berseri-seri dan penuh rasa bangga tentara tersebut berkata dengan lantang, “Saudara-saudara…lihatlah aku. Saat ini, kemampuan memanahku adalah yang terbaik di seluruh negeri. Saya yakin bahwa tidak akan mungkin ada orang lain yang dapat menandingi. Bagaimana menurut kalian semua ???” semua orang bersorak-sorai mendengarnya, “Menakjubkan..!!! Hebat..!!!... Hebat !!!...”. Namun, di antara teriakan dan sorak-sorai penonton, nampak seorang lelaki tua berteriak lantang, “Anda memang mengagumkan! Namun, sebenarnya kehebatanmu itu hanyalah sebuah akibat dari kebiasaan kecil yang berulang-ulang!”.
Seketika itu juga riuh-rendah penonton berhenti. Lapangan berubah menjadi sunyi senyap. Seluruh mata penonton teralihkan kepada lelaki tua tersebut. Lelaki tua yang ternyata seorang penjual minyak ini menyadari bahwa komentarnya membawa hawa ketidakbersahabatan, “Tunggu sebentar..” dia berkata, kemudian ia bangun dari tempat duduknya, mengambil uang koin tua yang memiliki lubang kecil di tengahnya serta sebuah botol. Kemudian ia menaruh koin tersebut tepat di atas botol tadi. Dengan penuh percaya diri, ia mengambil minyak yang ia jual dan memasukkan minyak tersebut ke dalam botol melalui lubang koin yang berada di atasnya. Dia terus melakukannya dengan hati-hati. Dan tak lama kemudian tampak botol tersebut penuh berisi minyak. Bagian yang menakjubkan adalah tidak ada sedikitpun minyak yang berceceran, bahkan tidak setetespun minyak mengenai koin tersebut. Minyak tersebut benar-benar masuk ke dalam botol melalui lubang kecil pada koin yang ada di atas botol. Tentara dan penonton yang ada seketika itu juga merasa takjub dan berteriak histeris, “Menakjubkan.. dahsyat.. hebat..!!! Hebat..!!!”
Dengan rendah hati, lelaki tua itu membalas rasa salut dari orang-orang dengan membungkukkan badannya sambil berkata, “Shu Neng Sheng Qiao, kebiasaan yang berulang-ulang akan menciptakan kemampuan yang luar biasa.” Pada akhirnya sang tentara memahami maksud yang disampaikan lelaki tua tadi dan kembali memberikan penghormatan kepada lelaki tua dengan membungkukkan badannya.
... ... ... ...
Dari cerita tadi kita dapat menarik sebuah pelajaran yang sangat berharga; HABIT IS POWER (Kebiasaan merupakan sebuah kekuatan). Artinya adalah bahwa semakin rajin kita melakukan sesuatu, semakin sering kita melakukan kebiasaan yang berulang, kemampuan dan keahlian kita terhadap kebiasaan spesifik tersebut akan semakin sempurna. Jika kita merubahnya menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan setiap hari, setiap saat dan setiap waktu, maka melalui proses tersebut kita akan memiliki sebuah keahlian yang mengagumkan yang tidak pernah kita sadari sebelumnya. Kemampuan kita semakin lama akan semakin terasah dan semakin sempurna.
Pada akhirnya, sesuatu yang awalnya kita rasa sulit karena ketidakbiasaan kita, semakin lama karena kebiasaan yang kita lakukan hal tersebut menjadi sangatlah mudah. Bahkan tanpa kita sadari hal yang awalnya sulit tersebut dapat kita lakukan secara otomatis tanpa berfikir terlebih dahulu.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan kita, kita membutuhkan sesuatu yang biasa disebut dengan “Karakter Sukses”. Dan karakter semacam ini hanya dapat kita peroleh dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang positif seperti halnya : positive thinking, antusias, optimis, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan lain sebagainya. Dengan memelihara karakter seperti itu sehari-hari, maka dari waktu ke waktu akan tampak adanya peningkatan kualitas pada diri kita.
Oleh karena itu, marilah kita terus berusaha untuk selalu berlatih, memelihara, meningkatkan dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan positif kita guna mencapai tingkatan Karakter Sukses pada diri kita masing-masing. (DCN)

“A well-trained habit
will create mastery!
Let’s keep maintaining and improving the habit of
success thinking! Having success attitude!
So that all will from the success character which
will drive us to the top of success.”

SELAMAT BELAJAR DARI ANGSA

Kalau anda tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”.

Fakta : Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perrlu bersusah payah untuk menembus ‘dinding udara’ di depannya. Dengan terbang dalam formasi “V”, seluruh kawanan burung dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih jauh daripada kalau mereka terbang sendirian.

Pelajaran : Orang-orang yang bergerak dalam satu arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu sama lain.

Fakta : Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung yang di depannya.

Pelajaran : Kalau kita semua memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri dari pada melakukannya bersama-sama.

Fakta
:
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depannya menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi dan angsa lainnya akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran : Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta maupun sumber daya lainnya.

Fakta
:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat terjaga.

Pelajaran
:
Kita harus memastikan bahwa suara kita harus memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan malah melemahkan.

Fakta
:
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut ke luar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu, mereka akan terbang lagi dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi baru untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran : Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya berjalan dengan baik.

…………………………………

Nah, kita bisa belajar banyak bukan dari angsa-angsa tersebut ? terkadang kita tidak menyadari hal-hal yang kelihatan / kedengarannya sepele. Bahkan kita terkadang tidak menyadari ‘arti’ mahluk sosial yang menempel pada diri kita. Kita terkadang dikalahkan oleh rasa individualistik kita yang terlampau besar, yang bahkan seekor angsa pun menyadari bahwa dengan hidup menyendiri, bekerja sendiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri akan sangat menyusahkan untuk dirinya.

Mereka berusaha untuk saling membantu demi kebaikan bersama yang akan secara tidak langsung akan mendatangkan keuntungan bagi individunya masing-masing.

Mereka bersedia memimpin dan dipimpin bergantian, sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Sebagai pemimpin, mereka berusaha untuk menunjukkan jalan menuju tujuan yang sudah disepakati bersama. Sebagai yang dipimpin, mereka memberikan dukungan dan semangat yang menguatkan pimpinannya (bukan suara-suara yang melemahkan atau menjatuhkan).

Yang paling ‘manusiawi’ dari mereka adalah bahwa mereka tidak pernah berusaha untuk meninggalkan kawannya yang sakit maupun terluka. Mereka memiliki empati terhadap sesama yang mempunyai masalah. Mereka bersedia tinggal bersama sahabatnya di saat-saat sulit untuk memberikan dukungan moril dan memotivasi untuk bangkit kembali.


Nah, marilah kita sedikit merenung dan belajar dari mereka. Kalau mereka saja mampu berfikir seperti itu, bagaimana dengan kita sendiri ??? (cahyoizm)

How to be a good LEADER..

We know that there is a lot of worker / employee has been retired in the last two years. Referring to the research, they are quit from his/her work not only because of the job...but it's because of their supervisor.

So, if you are supervisor / senior or superior, be wise to them. Give them 'the high motivation' to catch their own career. Do not ever kill their creativity, because it is the important one that can make your unit Strong.

To motivate your employee / subordinate not enough by pushing 'em to motivate their behavior. But you must keep doing to "Do Not Killing" their spirit.

Here are some tips for you to be a good leader :

Do not seeing your sub ordinate like a tools. As a superordinate / manager / leader, you have a right to use your subordinate to get your purposes. But if you don't pay any attention or any respect to them, you will lost your sympathy.

Do not criticizing your subordinate in front of the other. That will be embarrassing your subordinate, even-though that everything you say is true. When somebody get embarrassed in front of the other, his/her spirit will be decrease quickly.

Do not unfair to one or some of them. Discrimination behavior can be very easy to make a jealousy feeling. Then, it will be disunion in your unit.

Do not ever and ever doubt your own decision. If it happen, it will make your team confuse and they will doubt your ability. So that, just careful if you wanna take a decision. Think it couple time and be wise to them.

Have a nice try... :)